Bina Mualaf Bumi Asri

C. Puasa

1. Tujuan Pembelajaran

Selain shalat, ada kewajiban lain yang dibebankan kepada setiap muslim dan muslimah, yaitu puasa. Kewajiban puasa di sini adalah pada bulan Ramadhan. Dalam bagian ini, permasalahan wajibnya berpuasa dan beberapa ketentuan puasa akan dijelaskan ke hadapan pembaca.

2. Pembahasan

Puasa ialah menahan diri dari makan, minum dan bersenggama mulai dari terbit fajar yang kedua sampai terbenamnya matahari. Pada bulan Ramadhan, ada ketentuan yang mewajibkan umat Islam untuk berpuasa, karena merupakan salah satu rukun Islam. Allah Swt berfirman dalam Q.S. al-Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Terjemahnya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Puasa Ramadhan wajib dikerjakan setelah terlihatnya hilal, atau setelah bulan Sya'ban genap 30 hari. Puasa Ramadhan wajib dilakukan apabila hilal awal bulan Ramadhan disaksikan seorang yang dipercaya, sedangkan awal bulan-bulan lainnya ditentukan dengan kesaksian dua orang yang dipercaya.

Puasa Ramadhan diwajibkan atas setiap muslim yang baligh (dewasa), aqil (berakal), dan sanggup untuk berpuasa. Adapun syarat-syarat wajibnya puasa Ramadhan ada empat, yaitu Islam, berakal, dewasa dan mampu. Para ulama mengatakan anak kecil disuruh berpuasa jika kuat, hal ini untuk melatihnya, sebagaimana disuruh shalat pada umur 7 tahun dan dipukul pada umur 10 tahun agar terlatih dan membiasakan diri.

Dalam menjalankan puasa terdapat beberapa syarat:

1) Islam: tidak sah puasa orang kafir sebelum masuk Islam.

2) Berakal: tidak sah puasa orang gila sampai kembali berakal.

3) Tamyiz: tidak sah puasa anak kecil sebelum dapat membedakan yang baik dan yang buruk.

4) Tidak haid: tidak sah puasa wanita haid sebelum berhenti haidnya.

5) Tidak nifas: tidak sah puasa wanita nifas sebelum suci dari nifas.

Sedangkan rukun puasa adalah niat dan menjaga hal-hal yang dapat menyebabkan batalnya puasa sampai diperbolehkan berbuka.

Adapun beberapa hal yang membatalkan puasa adalah sebagai berikut:

1) Makan dan minum dengan sengaja. Jika dilakukan karena lupa maka tidak batal puasanya.

2) Jima’ (bersenggama).

3) Memasukkan makanan ke dalam perut. Termasuk dalam hal ini adalah suntikan yang mengenyangkan dan transfusi darah.

4) Mengeluarkan mani dalam keadaan terjaga karena onani, bersentuhan, ciuman atau sebab lainnya dengan sengaja. Adapun keluar mani karena mimpi tidak membatalkan puasa karena keluarnya tanpa sengaja.

5) Keluarnya darah haid dan nifas. Manakala seorang wanita mendapati darah haid atau nifas, batallah puasanya, baik pada pagi hari atau sore hari sebelum terbenam matahari.

6) Sengaja muntah.

7) Murtad.

3. Rangkuman

a. Puasa ialah menahan diri dari makan, minum dan bersenggama mulai dari terbit fajar yang kedua sampai terbenamnya matahari.

b. Pada bulan Ramadhan ada ketentuan yang mewajibkan umat Islam untuk berpuasa, karena merupakan salah satu rukun Islam.

c. Orang yang berpuasa wajib memperhatikan syarat dan rukun puasa serta menghindarkan dari segala penyebab batalnya puasa.

Latihan:

1. Jelaskan makna puasa!

2. Kapan diwajibkan puasa?

3. Jelaskan syarat dan rukun puasa?

4. Bagaimana ketentuan yang menyebabkan batalnya puasa seseorang?

Lanjut ke Materi Berikutnya